BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bila kita mengklaim sesuatu, maka
kita harus menyiapkan bukti yang mendukung klaim itu. Karena sesuatu dikenal
dari cirinya. Maka bila kita - misalnya - mengaku sebagai orang yang pekerja
keras, harus dibuktikan bahwa kita memiliki sifat-sifat pekerja keras. Begitu
pula seorang yang mengaku muslim, tentu saja harus dibuktikan bahwa ia memiliki
sifat-sifat seorang muslim. Seperti memahami makna dua kalimat syahadat dan
mengimplementasikan syahadat itu dalam perilakunya.
Sebagian dari sifat-sifat seorang muslim tergambar dalam
firman Allah pada Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 71:
وَالْمُؤْمِنُونَ
وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ
يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ
وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ
أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ
إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan
orang-orang Mukmin, lelaki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong
sebagian yang lain, mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari
yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah
dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha
Perkasa lagi Mahabijaksana. (At-Taubah: 71). Sifat-sifat ini
harus lah diperiksa oleh setiap orang yang mengaku mukmin.
B. Rumusan Masalah
1)
Bagaimana
penafsiran surat al-Taubah ayat 71 menurut para mufassir?
2)
Ayat apa sajakah
yang mempunyai kolerasi dengan surat al-Taubah ayat 71?
C. Tujuan Pembahasan
1)
Untuk mengetahui
penafsiran surat al-Taubah ayat 71 menurut para mufassir.
2)
Untuk mengetahui
beberapa yang yang mempunyai kolerasi dengan surat al-Taubah ayat 71.
BAB
II
SIFAT-SIFAT
UMUM KAUM MUKMININ DALAM ALQURAN
A. Surat Al- Taubah Ayat 71 dan Terjemahannya
وَالْمُؤْمِنُونَ
وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ
يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ
الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ
أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ
إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ [1]
Dan orang-orang yang beriman, lelaki
dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang
lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma´ruf, mencegah dari yang munkar,
mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya.
Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi
Maha Bijaksana.
B. Pokok Kandungan Surat al-Taubah Ayat 71
Isi pokok kandungan
dari surat al-Taubah ayat 71 diantaranya sebagai berikut:
1. Setiap
mukmin baik laki-laki ataupun perempuan, mereka semua adalah penolong antar
sesama.
2. Hubungan
sosial antara sesama mukmin.
3. Perintah
amar ma`ruf nahi mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada
Allah SWT dan Rasul-Nya.
4. Pekerjaan
amar ma`ruf nahi mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada
Allah dan Rasul-Nya adalah sifat-sifat orang mukmin baik laki-laki maupun
perempuan.
5. Orang-orang
mukmin yang mengerjakan amar ma`ruf nahi mungkar, mendirikan shalat, menunaikan
zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, akan mendapat karunia dari Allah
yakni nikmat di dunia dan di akhirat.
C. Tafsir Mufradat
1)
سيرحمهم : (akan merahmati mereka), rahmat
di sini bukan hanya rahmat di akhirat, tetap melingkupi juga rahmat di dunia
dan akhirat. Dan rahmat terbesar antara lain adalah kenikmatan berhubungan
dengan Allah dan rahmat ketenangan batin.
2)
أولياء :
(penolong), lafal ini bentuk jama’ dari
lafal والي
3)
بعضهم من بعض : (sebagian mereka dari sebagian yang lain), Ada yang
berpandangan bahwa ini merupakan isyarat kaum mukminin yang tidak saling
menyempurnakan keimanannya lantaran setiap orang mukminin sudah tetap imannya.
Dalam artian bahwa mereka telah memiliki keimanan yang mantap, bukan taklid
buta.
D. Munasabah
Sesudah
ayat-ayat yang lalu menerangkan tentang sikap dan tingkah laku orang-orang
munafik dan ancaman Allah kepada mereka di dunia dan akhirat, maka ayat ini
menerangkan sikap dan sifat-sifat orang orang mukmin.
E. Tafsir Ayat
Ayat
di atas menerangkan bahwa orang mukmin, pria maupun wanita saling menjadi
pembela diantara mereka. Selaku mukmin ia membela mukmin lainnya karena
hubungan agama. Wanita pun selaku mukminah turut membela saudara-saudaranya
dari kalangan laki-laki mukmin karena hubungan seagama sesuai dengan fitrah kewanitaannya. Istri-istri
Rasulullah dan sahabat turut ke medan perang bersama-sama tentara islam untuk
menyediakan air minum dan menyiapkan makanan karena, orang mukmin itu terikat
oleh tali keimanan yang membangkitkan rasa persaudaraan, kesatuan, saling
mengasihi dan saling tolong-menolong. Kesemuanya itu didorong oleh semangat
setia kawan yang menjadikan mereka sebagai satu tubuh atau satu bangunan yang
saling menguatkan dalam menegakkan keadilan dan meninggikan kalimah Allah.
Sifat mukmin yang seperti itu banyak dinyatakan oleh hadis-hadis Nabi antara
lain sebagai berikut:
مثل
المؤمنين في توادّهم وتراحمهم وتعاطفهم مثل الجسد إذا شتكى منه عضو تداعى له سائر
الجسد با الحمّى والسّهر
Perumpamaan
orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, saling menyantuni dan saling
membantu seperti satu jasad, apabila salah stu anggota mendarita, seluruh
anggota jasad itu merasakan demam dan tidak bisa tidur. (H.R. al-Bukhari dan
Muslim dari Nu’man dan Basyir).[2]
Tabiat seorang
mukmin adalah tabiat orang mukmin , yaitu tabiat bersatu dan setia kawan,
tabiat saling menjamin. Tetapi saling menjamin didalam merealisasikan kebaikan
dan menolak kejahatan, dengan mengarahkan kesetiakawanannya ini untuk melakukan
amar makruf dan nahi mungkar, menjunjung tinggi kalimat Allah, dan untuk
merealisasikan pesan-pesan Allah untuk umat ini di muka bumi. Dan mendirikan
shalat, sebagai tali penghubung yang menghubungkan mereka dengan Allah.
Serta menunaikan zakat sebagai suatu kawajiban yang dapat menghubungkan antar
sesama anggota masyarakat, serta untuk merealisasikan kesetiakawanan dan saling
menanggung dalam bentuk material dan spiritual.[3]
Mereka taat
kepada Allah dan Rasulnya, maka tidak ada keinginan bagi mereka selain menaati
perintah Allah dan perintah Rasulnya. Tidak ada bagi mereka undang-undang
selain syariat Allah dan Rasulnya, sehingga mereka tidak akan bercerai berai
dengan menempuh jalan-jalan lain dan menyimpang dari jalan yang lurus.mereka
itu akan diberi rahmat oleh Allah, rahmat itu tidak hanya ada di akhirat saja,
rahmat Allah utu meliputi setiap orang
yang melaksanakan tugas amar makruf nahi mungkar, serta mengerjakan shalat dan
menunaikan zakat, dan meliputi jamaah dan masyarakat yang terdiri dari
pribadi-pribadi yang shaleh semacam ini.
Rahmat Allah
terwujud dalam ketenangan hati, dalam berhubungan dengan Allah, dan dalam
keterpeliharaan dan keterlindungan dalam fitnah dan peristiwa-peristiwa yang menggoncagkan.
Empat sifat yang ada pada orang mukmin, amar makruf nahi mungkar, mengerjakan
shalat, dan menunaikan zakat, ini
merupakan kebalikan dari orang munafik mengerjakan yang mungkar dan melarang
berbuat baik, melupakan Allah dan menggenggam tangan (tidak mau menunaikan
zakat) rahmat Allah kepada orang mukmin dan laknat Allah bagi orang-orang
munafik dan orang-orang kafir.[4]
Orang-orang
mukmin yang memiliki sifat-sifat seperti inilah yang dijanjikan Allah untuk
diberi pertolongan dan kekuasaan dimuka bumi, agar mereka dapat melaksanakan
ajaran yang benar dan lurus kepada manusia. Sesungguhnya Allah maha perkasa
lagi maha bijaksana. Maha kuasa unntuk memperkasakan golongan beriman, supaya
sebagian mereka dapat menjadi penolong bagi sebagian yang lain dalam mengemban
tugas-tugas ini. Maha bijaksana dalam menentukan pertolongan dan keperkasaan
bagi mereka, agar layak memimpin dunia dan menjaga kalimat Allah diantara
manusia.
F. Ayat Lain Yang Semakna
Ayat-ayat yang semakna dengan surat al-Taubah ayat 71 diantaranya
sebagai berikut:
1) Penjelasan
mengenai tolong –menolong antar sesama manusia terdapat dalam surat sebagai
berikut:
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلا الشَّهْرَ
الْحَرَامَ وَلا الْهَدْيَ وَلا الْقَلائِدَ وَلا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ
يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا
وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ
تَعْتَدُوا وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى
الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Hai orang-orang yang
beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syiar Allah, dan jangan melanggar
kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan
binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang
mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keridaan dari Tuhannya
dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan
janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka
menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada
mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa,
dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah
kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Q.S. al-Maidah: 2)
وَالَّذِينَ آمَنُوا
وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا
أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Adapun orang-orang
yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika
kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah
itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. (Q.S.
al-Anfal: 73)
2) Penjelasan
tentang amar ma`ruf nahi mungkar dalam
surat sebagai berikut:
كُنْتُمْ خَيْرَ
أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ
الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ
خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
Kamu adalah umat yang
terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan
mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab
beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang
beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.( Q.S. Ali Imran:
110).
وَلْتَكُنْ
مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ
وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru
kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar;
merekalah orang-orang yang beruntung.(Q.S. Ali Imran: 104)
يَا
بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ
وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأمُورِ
Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang
baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap
apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang
diwajibkan (oleh Allah). (Q.S. Lukman: 17).
3) Penjelaskan
mengenai Sifat-sifat orang mukmin sebagai berikut:
إِنَّمَا
الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا
تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ
يَتَوَكَّلُونَ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ
يُنْفِقُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang
apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada
mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah
mereka bertawakal. orang-orang yang
mendirikan salat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan
kepada mereka. (Q.S. al-Anfal: 2-3)
G. Pelajaran Ijtimaiy
Ayat
ini menyebutkan bahwa sifat orang mukmin adalah mengajak masyarakat untuk
berbuat kebaikan dan menasihati mereka meninggalkan keburukan dan dosa. Pada
dasarnya, amr makruf dan nahi munkar merupakan salah satu kewajiban penting
agama Islam. Ajaran Islam tidak hanya memberikan kewajiban individu kepada
umatnya, melainkan juga kewajiban bersama untuk saling menasehati satu sama lain.
Islam
tidak mengizinkan kaum Muslimin untuk berdiam diri di hadapan kejelekan dan
penyimpangan yang terjadi di dalam masyarakat. Karena sesungguhnya sebuah
masyarakat adalah bagaikan sebuah perahu. Apabila perahu tersebut mengalami
kebocoran, maka seluruh penumpang perahu itu akan tenggelam. Untuk itulah, akal
dan syariat Islam memerintahkan setiap individu untuk menjaga keselamatan
masyarakatnya dengan cara saling menasehati agar setiap orang berbuat baik dan
menjauhi kemungkaran.
Dari surat al-Taubah ayat71 ini terdapat
dua pelajaran yang dapat dipetik:
1.
kaum wanita dan
pria, masing-masing memiliki peran penting dalam perbaikan masyarakat. karena
amar dan nahi mungkar bukan hanya kewajiban kaum lelaki saja, akan tetapi
kewajiban seluruh kaum mukminin dan mukminat.
2.
amar makruf dan
nahi mungkar, mendirikan shalat, membayar zakat dan menaati seluruh perintah
Allah adalah perilaku yang harus dilakukan secara kontinyu oleh orang-orang
yang beriman.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari rumusan masalah
diatas maka bisa disimpulkan sebagai berikut:
1. Menurut
penafsiran departemen RI dan Quraish Shihab bahwa Ayat di atas menerangkan
bahwa orang mukmin, pria maupun wanita saling menjadi pembela diantara mereka.
Ayat di atas lebih cenderung mnjelaskan mengenai sifat umum orang mukmin yakni,
Empat sifat yang ada pada orang mukmin, amar makruf nahi mungkar, mengerjakan
shalat, dan menunaikan zakat.
2. Surat
di atas memiliki kolerasi penjelasan yang sama dengan beberapa ayat-ayat yang
ada di dalam Alquran diantaranya, Q.S al-Anfal ayat 2-3 dan 73, Q.S. lukman
ayat 17, Q.S. Ali Imran ayat 104, 110, 114, Q. S.al-Maidah ayat 2.
DAFTAR
PUSTAKA
Departemen
Agama RI. Alquran Dan Terjemahannya. Bandung: CV Penerbit J-ART. 2005.
Kementrian Agama RI. Alquran Dan Tafsirannya. Jakarta:
Widya Cahaya. 2011.
M. Quraish Shihab. Tafsir al-Misbah. Jakarta:
Gema Insani. 2003.
Sayyid Quthb. Tafsir fi Zhilalil
Quran. Jakarta: Gema Insani. 2003.

0 komentar:
Posting Komentar