KELEBIHAN
PARA SAHABAT KEMUDIAN TABIIN DAN TABIITTABIIN
A.
Matan
dan Terjemah Hadis
حديث
عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم،
قَالَ: خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ
يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَجِىء أَقْوَامٌ تَسْبِقُ شَهَادَةُ أَحَدِهِمْ يَمِينَهُ،
وَيَمِينُهُ شَهَادة[1]
Abdullah bin
Masud r.a. berkata: Nabi SAW bersabda: sebaik-baik manusia yang diabadku
kemudian masa yang berikutnya, kemudian yang berikutnya, kemudian datang kaum
yang persaksiannya mendahului sumpahnya atau sumpahnya yang mendahului
persaksiannya.
B.
Data Hadis
Data hadis-hadis dibawah ini diambil
dari shahih Bukhari, shahih Muslim, Sunan al-Turmudzi, Sunan Ibnu Majah, dan
Musnad Ahmad bin Hanbal dengan memakai Kata
kunci قرن
1. Dari Imam Bukhari
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ
عَنْ عَبِيدَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَجِيءُ أَقْوَامٌ تَسْبِقُ شَهَادَةُ
أَحَدِهِمْ يَمِينَهُ وَيَمِينُهُ شَهَادَتَهُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ وَكَانُوا
يَضْرِبُونَنَا عَلَى الشَّهَادَةِ وَالْعَهْدِ[2]
2. Dari Imam Muslim
وَحَدَّثَنِى
الْحَسَنُ بْنُ عَلِىٍّ الْحُلْوَانِىُّ حَدَّثَنَا أَزْهَرُ بْنُ سَعْدٍ
السَّمَّانُ عَنِ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبِيدَةَ عَنْ عَبْدِ
اللَّهِ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ « خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِى
ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ». فَلاَ أَدْرِى فِى
الثَّالِثَةِ أَوْ فِى الرَّابِعَةِ قَالَ « ثُمَّ يَتَخَلَّفُ مِنْ بَعْدِهِمْ
خَلْفٌ تَسْبِقُ شَهَادَةُ أَحَدِهِمْ يَمِينَهُ وَيَمِينُهُ شَهَادَتَهُ ».[3]
3. Dari Sunan al-Turmudzi
حدثني هناد حدثنا أبو
معاوية عن الأعمش عن إبراهيم عن عبيدة هو السلماني عن عبد الله بن مسعود قال : قال
رسول الله صلى الله صلى الله عليه و سلم خير الناس قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين
يلونهم ثم يأتي قوم من بعد ذلك تسبق أيمانهم شهاداتهم أيمانهم[4]
4. Dari Sunan Ibnu Majah
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ وَعَمْرُو بْنُ رَافِعٍ قَالاَ
حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبِيدَةَ
السَّلْمَانِىِّ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ سُئِلَ رَسُولُ
اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ « قَرْنِى ثُمَّ
الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَجِىءُ قَوْمٌ تَبْدُرُ
شَهَادَةُ أَحَدِهِمْ يَمِينَهُ وَيَمِينُهُ شَهَادَتَهُ ».[5]
5. Dari Musnad Ahmad bin Hanbal
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ
عَنْ عَبِيدَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَجِيءُ أَقْوَامٌ تَسْبِقُ شَهَادَةُ
أَحَدِهِمْ يَمِينَهُ وَيَمِينُهُ شَهَادَتَهُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ وَكَانُوا
يَضْرِبُونَنَا عَلَى الشَّهَادَةِ وَالْعَهْدِ[6]
C.
Skema
Sanad
|
|
|||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||
D.
Data
Perawi Hadis
1. Sanad Bukhari
Data
perowi ini akan dimulai dari periwayat pertama (sahabat).
1) Nama
Rawi : Abdullah bin
Mas’ud
Nama Lengkap : Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib al-Hadhli
Tahun Wafat : 32 atau 33 Hijriyah di Madinah
Penilaian Ulama : semua sahabat adil
Nama Guru : Nabi Muhammad SAW
Nama Murid : al-Aswad bin Yazid, Anas bin
Malik, Abidah bin Rabi’ah, Abidah bin Amr al-Salmani, Abdullah bin
Rabiah al-Salmani, Abdullah
bin al- Zabir, dll.
2) Nama
Rawi : Abidah
Nama Lengkap : Abidah bin Amar
Tahun Wafat : sebelum 70 Hijriyah
Penilaian Ulama : menurut Ishaq bin Manshur tsiqah, menurut Ibnu
Hibban tsiqah.
Nama Guru : Abdullah bin Zubair, Abdullah bin Mas’ud, Ali
bin Abi Thalib
Nama Murid : Ibrahim al- Nakh’i, Amir al-Sya’bi, Abdullah bin
Salamah al-
Muradiy, al-Nu’man bin Qais, dll.
3) Nama
Rawi : Ibrahim
Nama Lengkap : Ibrahim bin Yazid bin Qais bin Aswad bin Amr al-Nakh’i
Tahun Wafat : 196 H
Penilaian Ulama : menurut Ibnu Hibban tsiqah, menurut Ibnu Madinah dhaif
Nama Guru : al-Aswad bin Yazid, khaitsamah bin Abd al-Rahman,
Abd al- Rahman
bin Yazid, Abidah bin Amr, Abidah bin Nadhilah, Abd al-Rahman bin Basyar bin Masud al-Azraq,
dll.
Nama Murid : Ibrahim bin Maharij al-Bahliy, al-Harits bin Yazid
al-Akliy, Muhammad bin Khalid al-Dhabiy, Muhammad bin
Sauqah, Mughirah bin Muqsim al-Dhaby, Manshur bin
Mu’tamar, dll.
4) Nama
Rawi : Manshur
Nama Lengkap : Manshur bin Mu’tamar bin Abdullah bin Rabiah
Tahun Wafat : 132 Hijriyah
Penilaian Ulama : menurut al-Ajliy tsiqah wa tsabatul fil Hadis wa Hafidz.
Nama Guru : Ibrahim al-Nakh’i, Abi Shalih Badzami, Tamim bin
Salmah, al-Hasan al-Bashri, al-Hakim bin utaibah,
Kalid bin Said, dll.
Nama Murid : Abu Hafz al-Abar, Abu Hamzah al-Sakriy, Abu Malik
al- Nakhliy,
Sufyan bin Ayyanah, Sulaiman al-A’masy, Sulaiman al-Taimi, Sufyan al-Stauri, dll.
5) Nama
Rawi : Sufyan
Nama Lengkap : Sufyan bin Said bin Masruq al-Tsauri
Tahun Wafat : 161 Hijriyah
Penilaian Ulama : menurut Nasai tsiqah
Nama Guru : Ibrahim bin Uqbah, Ibrahim bin Maisarah, Israil
Abu Musa, Ismail
bin Sami’, Abi Hsayim Ismail bin Kasir, al-Aswad bin Qais, Muhammad bin Ijlan, Mukhariq al-Ahmas,
Manshur bin Mu’tamar, Manshur bin Hayan al-Asdy, dll.
Nama Murid : Ishaq bin Yusuf al-Azraq, Ibrahim bin Saad, Ahmad
bin Abdullah
bin Yunus, Jarir bin Abdul Hamid, Ja’far bin Barqan, Ja;far bin Aun, Sulaiman bin Bilal,
Syu’bah bib Ishaq al-Damasyqi, Muhammad bin Kasir al-Abdi,
Muhammad bin Yusuf al-Faryabi, dll.
6) Nama
Rawi : Muhammad bin Kasir
Nama Lengkap : Muhammad bin
Kasir al-Abdi, Abu Abdillah al-Bashri
Tahun Wafat : 223 Hijriyah
Penilaian Ulama : menurut Abu Hatim shuduq, menurut Ibnu Hibban tsiqah
Nama Guru : Ibrahim bin Nafik al-Makkiyi, Ismail bin Yunus,
Ismail bin Aiyyas,
Ja’far bin Sulaiman al-Dhubai, Sufyan al-Tsauri, Syu’bah bin Hajjaj, dll.
Nama Murid : al-Bukhari, Abu Dawud, Abu Muslim Ibrahim bin
Abdullah, Ahmad
bin Muhammad bin Abi Bakar al-Muqaddami, Abdullah bin Abdurrahman al-Darami, dll.[7]
2. Sanad Muslim
1) Nama
Rawi : Ibnu Aun
Nama Lengkap : Abdullah bin Aun bin Arthaban al-Muzni
Tahun Wafat : 150 Hijriyah
Penilaian Ulama : menurut Ibnu Abi Khaitsamah tsabatun, menurut Abu Hatim
tsiqah.
Nama Guru : Ibrahim al-Nakh’i, Anas bin Sirin, Jamil, al-Hasan
al-Bashri, Said bin Jabir, Salim bin Abdullah bin Umar,
Amir al-Sya’bi, Amir abi Ramlah, dll.
Nama Murid :Ibrahim bin Yazid al-Bashri, Azhar bin Said al-Samani,
Ishaq bin Yusuf al-Azraq, Ismail bin Ibrahim, Ismail
ibnu Ulyah, Husain bin Hasan al-Bashri, dll.
2) Nama
Rawi : Azhar bin Said
al-Samani
Nama Lengkap : Azhar bi Said al-Samani, Abu Bakar al-Bahili
Tahun Wafat : 203 Hijriyah
Penilaian Ulama : menurut Muhammad bin Said tsiqah
Nama Guru :Sulaiman al-Taimi, Abdullah bin Aun, Hisyam bin Abi Abdullah al-Dastuai’, Yunus bin Ubaid.
Nama Murid : Ibrahim bin Muhammad bin Ararah, Ahmad bin Ibrahim al- Dauraqi, Abu Jauza’ Ahmad bin Usman Naufal,
Abu Masud Ahmad bin Farat al-Razi, al-Hasan bin Ali
al-Hilwani, al- Husain bin Isa al-Basthami, dll.[8]
3) Nama
Rawi :al-Hasan bin
Ali al-Hilwani
Nama Lengkap : al-Hasan bin Ali bin Muhammad al-Hudali al-Khallal, Abu Muhammad, al-Hulwani al-Raihani.
Tahun Wafat : 242 Hijriyah
Penilaian Ulama : menurut Ya’qub bin Syaibah tsiqah, menurut al-Nasi tsiqah,
menurut Abu Bakar al-Khatib tsiqah
hafidz.
Nama Guru : Ibrahim bin Khalid al-Shunani, Azhar bin Said
al-Samani, Ishaq bin Ibrahim bin Yazid al-Faradisi, Sulaiman
bin Harab, Ishaqa bin Isa, dll.
Nama Murid : Ibrahim bin Ishaq al-Harbi, Ahmad bin Ali, Ishaq bin Shabbah, Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim
al-Qusyairi, Muhammad bin Muhammad bin Uqbah al-Syaibani al-Kufi, dll.[9]
3.
Penjelasan
Hadis
Dari
beberapa matan hadis diatas terdapat adanya perbedaan berkisar pada penggunaan
kata dan lafazhnya. Namun perbedaan ini tidak sampai merubah dan merusak makna
hadisnya. Sebaik-baik manusia adalah orang-orang yang hidup pada zamanku
(generasiku) kemudian orang-orang setelah mereka kemudian orang-orang setelah
mereka. Kemudian akan datang sebuah kaum yang persaksian seorang dari mereka
mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului persaksiannya". Ibrahim
berkata; "Dahulu, mereka (para shahabat) mengajarkan kami tentang bersaksi
dan memegang janji (Mereka memukul kami bila melanggar perjanjian dan
persaksian) ". Intinya akan datang kaum yang dirinya lebih paham
segalanya.lebih tahu semua urusan agama bahkan lebih baik dari generasi
awal,tabiin dan tabiun.
Para
sahabat Rasulullah saw (Allah meredhai mereka) adalah golongan yang paling
faham mengenai Al-Quran kerana Al-Quran diturunkan ketika Rasulullah saw masih
berada bersama mereka. Mereka dibimbing serta diajar secara langsung oleh
Rasulullah saw.Para sahabatlah yang memelihara, menyebarkan, menyampaikan,
meriwayat, memindah dan mengajar risalah atau hadith-hadith ini kepada sesama
mereka dan ke generasi seterusnya dan selepas itu dan seterusnya sehingga hari
ini dan kita dapat membaca dan mengambil pelajaran serta pengajaran darinya
seolah-olah kita hidup pada zaman Rasulullah saw (jika kita mengkaji dan
menghayatinya bersungguh-sungguh). Para sahabat juga yang mengajar kita secara
tidak langsung dengan riwayat mereka sehingga kita dapat mengenali hukum-hukum
yang terhapus, sebab turunnya Al-Quran dan hadith, tatacara bersolat (ibadah)
dan sebagainya. Keutamaan mereka jelas terdapat dalam Al-Quran di mana Allah
Subhana wa Ta’ala telah berfirman dalam surat al-Taubah ayat 100:
وَالسَّابِقُونَ
الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ
بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ
تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ
الْعَظِيمُ
Orang-orang yang
terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin
dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada
mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka
surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.
Zaman yang terbaik ialah zaman Nabi,
zaman sahabat nabi, zaman Tabi'in dan zaman Tabi' at-Tabi'in. Empat zaman ini
berada pada kawalan ulama salaf walaupun terdapat fitnah terhadap Islam yang
terjadi, cuma ketika itu aqidah ahli sunnah wal jamaah tetap teguh atas jalan
sunnah.Mereka
yang berada di zaman terbaik itu yang digelar sebaik-baik manusia (خَيْرُ النَّاسِ ) mempunyai tauhid yang baik, aqidah yang
baik, anti bidaah, anti khurafat, anti tawasul, anti syirik dan sentiasa
berhujjah dengan nas yang sahih berpandukan al-Quran dan hadis yang sahih.
Para
sahabat Nabi SAW memiliki
kedudukan istimewa di sisi Allah. Mereka telah diberikan anugerah yang begitu
besar yakni kesempatan bertemu dan menemani Nabi-Nya. Allah Ta’ala
telah memilih mereka untuk mendampingi dan membantu Nabi dalam menegakkan agama-Nya. Orang-orang
pilihan Allah ini, tentunya memiliki kedudukan istimewa di bandingkan manusia
yang lain. Karena Allah Ta’ala tidak mungkin keliru memilih mereka.
‘Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu
mengatakan,
إِنَّ
اللهَ نَظَرَ فِي قُلُوْبِ الْعِبَادِ فَوَجَدَ قَلْبَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرَ قُلُوْبِ الْعِبَادِ، فَاصْطَفَاهُ لِنَفْسِهِ
فَابْتَعَثَهُ بِرِسَالَتِهِ، ثُمَّ نَظَرَ فِي قُلُوْبِ الْعِبَادِ بَعْدَ قَلْبِ
مُحَمَّدٍ، فَوَجَدَ قُلُوْبَ أَصْحَابِهِ خَيْرَ قُلُوْبِ الْعِبَادِ
فَجَعَلَهُمْ وُزَرَاءَ نَبِيِّهِ يُقَاتِلُوْنَ عَلَى دِيْنِهِ، فَمَا رَأَى
الْمُسْلِمُوْنَ حَسَنًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ حَسَنٌ، وَمَا رَأَوْا سَيِّئًا
فَهُوَ عِنْدَ اللهِ سَيِّئٌ
“Sesungguhnya Allah
memperhatikan hati para hamba-Nya. Allah mendapati hati Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam adalah hati yang paling baik, sehingga Allah memilihnya untuk
diri-Nya dan mengutusnya sebagai pembawa risalah-Nya. Kemudian Allah melihat
hati para hamba-Nya setelah hati Muhammad. Allah mendapati hati para sahabat
beliau adalah hati yang paling baik. Oleh karena itu, Allah menjadikan mereka
sebagai para pendukung Nabi-Nya yang berperang demi membela agama-Nya. Apa yang
dipandang baik oleh kaum muslimin (para sahabat), pasti baik di sisi Allah. Apa
yang dipandang buruk oleh mereka, pasti buruk di sisi Allah.”
(Diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Musnad,
I/379, no. 3600. Syaikh Ahmad Syakir mengatakan bahwa sanadnya shohih).
Para
sahabat Nabi SAW adalah
orang-orang yang paling tinggi ilmunya. Merekalah yang paling paham perkataan
dan perilaku Nabi SAW.
Merekalah manusia yang paling paham tentang Al-Qur’an, karena mereka telah
mendampingi Rasulullah SAW
tatkala wahyu diturunkan, sehingga para sahabat benar-benar mengetahui apa yang
diinginkan oleh Allah dan Rasul-Nya SAW.







0 komentar:
Posting Komentar