Minggu, 07 Desember 2014

balagho



ISTIARAH TAMSILIYAH
Kaidah: susunan kalimat yang digunakan bukan pada makna aslinya dikarenaka adanya hubungan keserupaan (antara makna asli dan makna majazi) disertai adanya karinah yang menghalangi pemahaman terhadap kalimat tersebut dengan maknanya yang asli.
Contoh dari Latihan-latihan (نموذج):
1)      Diantara pribahasa orang Arab:
Sebelum memanah, wadah anak panah harus penuh.
(kalimat ini disampaikan kepada orang yang akan membangun rumah, namun belum cukup biayanya).
2)      Engkau melukis dipermukaan air.
(kalimat ini disampaikan kepada orang yang menekuni suatu urusan yang tidak mungkin dapat ia capai dengan tuntas.
Contoh dari تمرينات:
1)      Sesungguhnya engkau tidak akan dapat memetik buah anggur dari pohon duri.
2)      Engkau meniup abu.
3)      Jangan menabur intan di hadapan babi-babi.
4)      Berburu disarang singa.
5)      Busur itu telah dipegang oleh ahlinya.
6)      Engkau anggap gemuk orang yang bengkak.
7)      Engkau memukul besi yang telah dingin.
8)      Ia membangun gedung tanpa fondasi.
9)      Setiap pedang ada bagian yang tidak tajam.
10)  Seorang mukmin tidak akan dipatuk dua kali dari satu lubang.
11)  Sumber air yang tawar banyak diperebutkan.
12)  Ikatlah untamu, lalu twakallah kepadanya.
13)  Engkau menuai apa yang engkau tanam.
14)  Tarulah timbamu dengan timba-timba lain.
15)  Mereka menghancurkan rumah mereka dengan tangan mereka sendiri.
16)  Sesungguhnya besi dapat dipotong dengan besi lainnya.

MAJAZ AQLI

Kaidah: penyandaran fiil atau kata yang menyerupainya kepada tempat penyandaran yang tidak sebenarnya karena adanya hubungan dan disertai karinah yang menghalangi dipahaminya sebagai yang hakiki.
Penyandaran majazi adalah penyandaran kepada sebab fiil, waktu fiil, tempat fiil, atau masdarnya, atau penyandaran isim mabni fail kepada maf’ulnya, atau isim mabni maf’ul kepada failnya.
Contoh dari Latihan-latihan (نموذج):
1)      Abu Thayyib berkata:
Wahai Abal-Misk, aku mengharap pertolongan darimu untuk menghadapai musuh-musuhku, dan akku mengharapkan kemenangan yang melumurkan pedang dengan darah. Dan saya mengharapkan suatu hari yang membuat kemarahan orang-orang yang dengki (kepadaku), dan suatu keadaan yang menempatkan kesengsaraan di tempat kenikmatan.
2)      Allah Swt. Berfirman:
(Nuh berkata), “tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah kecuali Allah (saja) yang maha penyayang.”
3)      Kami berangkat ke kebun yang banyak bernyanyi.
4)      Ismail membangun banyak madrasah di mesir.
5)      Abu Tamam berkata:
Hampir-hampir pemberiannya kegila-gilaan bila tidak diobati oleh ruqyah peminta-minta.
Contoh dari تمرينات:
1)      Allah Swt. Berfirman:
Dan apakah kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram yang aman?
2)      Rumah itu ramai dan kamarnya terang.
3)      Keagungan menjadi agung ketenarannya. (seseorang sangat agung dan terkenal).
4)      Wahai ummu Ghailan, kamu telah mencelaku karena berjalan malam, sedangkan kamu tidur, padahal kendaraan yang berjalan malam tidaklah tidur.
5)      Ketika kami berkuasa, sifat pemaaf bagi kami merupakan tabiat, dan ketika kamu berkuasa, maka seluruh lembah mengalirkan darah.
6)      Zaman mengadu domba diantara mereka dan mencerai-beraikan persatuan mereka.
7)      Wahai Hman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu(yaitu) pintu-pintu langit.
8)      Kami duduk menghadap minuman yang tawar airnya memencar.
9)      Hari-hari akan menempatkan kepadamu apa-apa yang kamu tidak  mengetahuinya, dan datang kepadamu oarang yang tidak kamu beri bekal dengan membawa beberapa kabar.
10)  Ia bernyanyi seperti lengkingan suara pepohonan dan pagi menggugah burung-burungnya.
11)  Sesungguhnya kami teman-teman dari suatu kaum yang para pendahulunya binasa dalam peperangan, yang penuh keberanian dan menolong orang-orang yang meminta tolong.
KINAYAH
Kaidah: lafaz yang dimaksudkan untuk menunjukkan pengertian lazimnya. Tetapi dapat dimaksudkan untuk makna aslnya.
Ditinjau dari suatu yang berada dibalik kinayah, maka kinayah ada tiga macam karena sesuatu yang dijelaskan dengan kinayah itu ada kalanya berupa sifat, ada kalanya berupa maushuf, dan ada kalanya berupa nisbat.
Contoh dari Latihan-latihan (نموذج):
1)      Al amautanabbi berkata tentang pertempuran Saifud Daulah dengan Bani Killab:
Ia mendatangi mereka di sore hari, hamparan mereka adalah sutera. Dan ia mendatangi mereka di waktu pagi, dan hamparan mereka adalah tanah.
Orang yang memegang batang tombak dari mereka, bagaikan orang yang memegang pacar (untuk mewarnai ujung-ujung jari).
2)      Ia berkata dalam memuji Kafur:
Sesungguhnya dalam pakaianmu terdapat keagungan yang darinya terpancar sinar yang menyilaukan sinar-sinar lainnya.
Contoh dari تمرينات:
1)      Kami adalah orang yang banyak tidur di waktu dhuha(orang kaya)
2)      Ia meletakkan tongkatnya (berhenti untuk istirahat)
3)      Wanita itu orang yang lembut kedua telapak tangannya (orang kaya).
4)      Fulan menghentakkan giginya (marah).
5)      Banyak ditunjuk oleh jari-jari telunjuk (orang terkenal).
6)      Akhirnya ia membolak-balikkan kedua telapak atngannya terhadap apa yang ia infakkan, sedangkan telapak tangnnya itu kosong (usaha yang susah tidak membawa hasil).
7)      Ia naik dua sayap burung unta (cepat larinya).
8)      Malam-malam itu menjadikannya menempalkan telapak tangan ke tongkatnya (tiada pernah berhenti sepanjang jalan).





0 komentar:

Posting Komentar