ISTIARAH
TAMSILIYAH
Kaidah:
susunan kalimat yang digunakan bukan pada makna aslinya dikarenaka adanya
hubungan keserupaan (antara makna asli dan makna majazi) disertai adanya
karinah yang menghalangi pemahaman terhadap kalimat tersebut dengan maknanya
yang asli.
Contoh
dari Latihan-latihan (نموذج):
1) Diantara
pribahasa orang Arab:
Sebelum memanah, wadah anak panah harus
penuh.
(kalimat ini disampaikan kepada orang
yang akan membangun rumah, namun belum cukup biayanya).
2) Engkau
melukis dipermukaan air.
(kalimat ini disampaikan kepada orang
yang menekuni suatu urusan yang tidak mungkin dapat ia capai dengan tuntas.
Contoh
dari تمرينات:
1)
Sesungguhnya
engkau tidak akan dapat memetik buah anggur dari pohon duri.
2)
Engkau meniup
abu.
3)
Jangan menabur
intan di hadapan babi-babi.
4)
Berburu disarang
singa.
5)
Busur itu telah
dipegang oleh ahlinya.
6)
Engkau anggap
gemuk orang yang bengkak.
7)
Engkau memukul
besi yang telah dingin.
8)
Ia membangun
gedung tanpa fondasi.
9)
Setiap pedang
ada bagian yang tidak tajam.
10)
Seorang mukmin
tidak akan dipatuk dua kali dari satu lubang.
11)
Sumber air yang
tawar banyak diperebutkan.
12)
Ikatlah untamu,
lalu twakallah kepadanya.
13)
Engkau menuai
apa yang engkau tanam.
14)
Tarulah timbamu
dengan timba-timba lain.
15)
Mereka
menghancurkan rumah mereka dengan tangan mereka sendiri.
16)
Sesungguhnya
besi dapat dipotong dengan besi lainnya.
MAJAZ AQLI
Kaidah: penyandaran
fiil atau kata yang menyerupainya kepada tempat penyandaran yang tidak
sebenarnya karena adanya hubungan dan disertai karinah yang menghalangi
dipahaminya sebagai yang hakiki.
Penyandaran majazi adalah penyandaran
kepada sebab fiil, waktu fiil, tempat fiil, atau masdarnya, atau penyandaran
isim mabni fail kepada maf’ulnya, atau isim mabni maf’ul kepada failnya.
Contoh
dari Latihan-latihan (نموذج):
1)
Abu Thayyib
berkata:
Wahai
Abal-Misk, aku mengharap pertolongan darimu untuk menghadapai musuh-musuhku,
dan akku mengharapkan kemenangan yang melumurkan pedang dengan darah. Dan saya
mengharapkan suatu hari yang membuat kemarahan orang-orang yang dengki
(kepadaku), dan suatu keadaan yang menempatkan kesengsaraan di tempat
kenikmatan.
2)
Allah Swt.
Berfirman:
(Nuh
berkata), “tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah kecuali Allah
(saja) yang maha penyayang.”
3)
Kami berangkat
ke kebun yang banyak bernyanyi.
4)
Ismail membangun
banyak madrasah di mesir.
5)
Abu Tamam
berkata:
Hampir-hampir
pemberiannya kegila-gilaan bila tidak diobati oleh ruqyah peminta-minta.
Contoh
dari تمرينات:
1)
Allah Swt.
Berfirman:
Dan
apakah kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram yang aman?
2)
Rumah itu ramai
dan kamarnya terang.
3)
Keagungan
menjadi agung ketenarannya. (seseorang sangat agung dan terkenal).
4)
Wahai ummu
Ghailan, kamu telah mencelaku karena berjalan malam, sedangkan kamu tidur,
padahal kendaraan yang berjalan malam tidaklah tidur.
5)
Ketika kami
berkuasa, sifat pemaaf bagi kami merupakan tabiat, dan ketika kamu berkuasa,
maka seluruh lembah mengalirkan darah.
6)
Zaman mengadu
domba diantara mereka dan mencerai-beraikan persatuan mereka.
7)
Wahai Hman,
buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke
pintu-pintu(yaitu) pintu-pintu langit.
8)
Kami duduk
menghadap minuman yang tawar airnya memencar.
9)
Hari-hari akan
menempatkan kepadamu apa-apa yang kamu tidak
mengetahuinya, dan datang kepadamu oarang yang tidak kamu beri bekal
dengan membawa beberapa kabar.
10)
Ia bernyanyi
seperti lengkingan suara pepohonan dan pagi menggugah burung-burungnya.
11)
Sesungguhnya
kami teman-teman dari suatu kaum yang para pendahulunya binasa dalam
peperangan, yang penuh keberanian dan menolong orang-orang yang meminta tolong.
KINAYAH
Kaidah: lafaz
yang dimaksudkan untuk menunjukkan pengertian lazimnya. Tetapi dapat
dimaksudkan untuk makna aslnya.
Ditinjau dari suatu yang berada dibalik
kinayah, maka kinayah ada tiga macam karena sesuatu yang dijelaskan dengan
kinayah itu ada kalanya berupa sifat, ada kalanya berupa maushuf, dan ada
kalanya berupa nisbat.
Contoh
dari Latihan-latihan (نموذج):
1) Al
amautanabbi berkata tentang pertempuran Saifud Daulah dengan Bani Killab:
Ia mendatangi mereka di sore hari,
hamparan mereka adalah sutera. Dan ia mendatangi mereka di waktu pagi, dan
hamparan mereka adalah tanah.
Orang yang memegang batang tombak dari
mereka, bagaikan orang yang memegang pacar (untuk mewarnai ujung-ujung jari).
2) Ia
berkata dalam memuji Kafur:
Sesungguhnya dalam pakaianmu terdapat
keagungan yang darinya terpancar sinar yang menyilaukan sinar-sinar lainnya.
Contoh
dari تمرينات:
1)
Kami adalah
orang yang banyak tidur di waktu dhuha(orang kaya)
2)
Ia meletakkan
tongkatnya (berhenti untuk istirahat)
3)
Wanita itu orang
yang lembut kedua telapak tangannya (orang kaya).
4)
Fulan
menghentakkan giginya (marah).
5)
Banyak ditunjuk
oleh jari-jari telunjuk (orang terkenal).
6)
Akhirnya ia
membolak-balikkan kedua telapak atngannya terhadap apa yang ia infakkan,
sedangkan telapak tangnnya itu kosong (usaha yang susah tidak membawa hasil).
7)
Ia naik dua
sayap burung unta (cepat larinya).
8)
Malam-malam itu
menjadikannya menempalkan telapak tangan ke tongkatnya (tiada pernah berhenti
sepanjang jalan).

0 komentar:
Posting Komentar